Defenisi BOSAN | Jawaban Kenapa Orang Lebih Memilih Pergi Dari Pada Mencari Solusi Ketika Bosan

Alasan kenapa orang pergi ketika bosan


SOLUSI BOSAN


Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas sebuah peristiwa yang sungguh dan banyak terjadi, baik di kalangan anak muda maupun di kalangan orang yang sudah menua. Pembahasan ini merupakan pembahasan yang berkaitan akan suatu hubungan yang mana setiap orang pasti memiliki hubungan, kecuali jomblo. Hahahahaha

Seperti judul, hal yang akan kita bahas kali ini ialah “Kenapa Seseorang Lebih Memilih Pergi Ketika Merasa Bosan Bukan Malah Mencoba Memperbaikinya?”. Bagi orang yang pernah merasakan sebuah hubungan pasti tahu akan hal ini, apalagi hubungan mereka berjalan lama. Namun pada pembahasan ini saya tidak berfokus pada kisah asmara, namun lebih kepada kehidupan sehari-hari.

Banyak orang mudah merasa bosan atau cenderung bosan melakukan hal yang berulang atau sama dalam jangka waktu yang sama. Namun banyak dari mereka akan melakukan atau mencoba hal lain untuk menghilangkan rasa bosannya walaupun nantinya dia akan kembali lagi ke pada kegiatan itu lagi. Lalu kenapa orang banyak melakukan hal itu? Kenapa orang banyak mencari selingan ketika bosan bukan malah mencari cara untuk menghilangkan kebosanan-nya itu. Mungkin jawaba-nya karena “DIA BOSAN” kali yaa. Hahahahaaaaa

Namun pasti bukan jawaban yang seperti itu yang kalian mau dan yang kalian inginkan. Sebelum kita menyimpulkan kenapa kebanyak orang bersikap seperti itu dan mengapa hal itu banyak terjadi. Maka lebih baik kita lihat dulu apa arti “BOSAN” itu menurut beberapa defenisi:

Defenisi Kata Bosan Menurut Beberapa Pakar


Jika dilihat dari KBBI, bosan mempunyai arti sebagai sudah tidak suka lagi karena sudah terlalu sering atau banyak. Sedangkan wikipedia menjelaskan kebosanan dalam penggunaan konvensional-nya ialah keadaan emosional atau psikologis yang dialami saat seseorang dibiarkan tanpa sesuatu yang khusus dilakukan, tidak tertarik pada lingkungannya, atau merasa bahwa hari atau periode membosankan. Selain dua pendapat di atas ada beberapa pendapat lain yang di kemukakan oleh para ahli berkaitan dengan kata bosan tersebut, berikut beberapa defenisi tersebut:

  1. Abu Abdirrahman Al-Qawiy yang menyatakan bosan adalah tekanan yang sangat mendalam yang sudah memasuki titik jenuhnya.
  2. Muhibbin Syah, berpendapat bahwa jenuh juga dapat berarti jemu dan bosan dimana sistem akal tidak bekerja seperti yang diinginkan dalam memproses item-item informasi atau pengalaman baru.
  3. Menurut Sayyid Muhammad Nuh, Jenuh atau futur merupakan penyakit hati (rohani) yang mana efek paling rendahnya ialah timbulnya rasa malas, lamban dan sikap santai dalam melakukan sesuatu yang mana sebelumnya pernah dilakukan dengan penuh semangat yang menggebu-gebu. Sedangkan efek maksimalnya dapat berupa berhenti dari kegiatan tersebut.
Dari lima pendapat di atas sedikit dapat kita simpulkan bahwa
“Bosan Itu Merupakan Suatu Perilaku Yang Menunjukan Bahwasanya Seseorang Itu Memiliki Tekanan Yang Mana Membuat Akannya Tidak Bekerja Dengan Normal, Sehingga Membuatnya Menjadi Tidak Suka Kepada Hal-Hal Yang Sebelumnya Dia Suka Bahkan Sangat Suka, Sehingga Berdampak Pada Kerja Yang Lambat Atau Bahkan Berhenti Dari Kegiatan Tersebut”

Dari penjelasan di atas mungkin kita melihat ada beberapa kesamaan antara Bosan dengan Depresi, namun walaupun demikian kedua hal tersebut tidaklah sama. Jika depresi ini umumnya berasal dari dalam diri sendiri akibat rasa kecewa kepada keadaan yang menimpa dirinya. Berbeda halnya dengan bosan, bosan lebih cenderung berasal dari luar diri. Seperti merasa bosan di rumah karena tidak diperbolehkan keluar rumah dan sebagainya. Oleh sebab itu kedua hal ini tidak bisa di samakan. Selain itu walaupun rasa bosan biasanya berkaitan dengan “Ketidak Bahagiaan”. Namun bosan tidak semata-mata menandakan seseorang itu merasa putus asa. 

Jawaban Kenapa Seseorang Itu Lebih Memilih Pergi Ketika Merasa Bosan Dari Pada Mencari Solusi Untuk Masalah Tersebut

Dari sedikit penjelasan di atas dapat kita ambil sebuah kesimpulan “KENAPA ORANG LARI DARI BOSAN”. Ternyata jawabannya cukup sederhana, karena mereka tidak bisa lagi berfikir secara tenang dan mendalam sehingga apa yang dirasakan-nya itu menjadi sebuah masalah yang sangat besar. Sehingga membuat mereka ingin menghindarinya meskipun sejenak, namun ketika mereka sudah dapat berfikir secara jernih kembali maka hal ini pulalah yang membuatnya kembali ke pada rutinitas itu lagi. Jadi alasan inilah yang membuat orang yang bosan itu lebih memilih menghindar, karena menghindar itulah salah satu solusi untuk menghilangkan bosan. 

Jadi, cara agar kita tidak mudah bosan dalam melakukan sesuatu hal atau menjalin suatu hubungan sekalipun ialah, kita harus memiliki setidaknya satu rencana lain yaitu rencana B jika rencana A tidak mengasikan dan sebagai penyeling. Contonya jika anda bosan selalu bekerja di depan laptop seharian, ada dapat menyelingkan-nya dengan sedikit olahraga atau bermain game. Sama halnya dengan hubungan, jika anda bosan melakukan hal yang sama melulu maka anda dapat mencoba sesuatu hal yang belum pernah kalian rasakan sebelumnya. Seperti orang yang biasa jalan ke mold dapat sesekali mencoba pergi ke panorama. Maka kalian akan mendapatkan sesuatu hal yang baru yang dapat menghindari kalian dari “KEBOSANAN” itu sendiri.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Maaf jika kata saya berbelit-belit. Silahakn coment di bawah jika ada hal yang menurut kalian kurang pas atau perlu di diskusikan.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter

Belum ada Komentar untuk "Defenisi BOSAN | Jawaban Kenapa Orang Lebih Memilih Pergi Dari Pada Mencari Solusi Ketika Bosan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel