Motivasi Sukses | Belajar Tekun dari Tetesan Air

Dunia Ilmu - Banyak hal dalam hidup ini yang dapat kita jadikan sebagai sumber belajar. Salah satunya ialah air yang selalu kita lihat dan kita minum. Air merupakan sebuah zat yang tidak memiliki bentuk yang tetap dan selalu mengikuti wadah yang di diaminya. Walaupun begitu ada pelajaran dari sebuah air tersebut. Apa pelajarannya? Berikut akan saya utarakan pandangan saya, semoga bermanfaat.

Belajar Tekun dari Tetesan Air
tekun merupakan kunci sukses

Belajar Tekun Dari Tetesan Air

Seperti yang kita ketahui, air merupakan sebuah zat yang sangat lunak. Melihat bentuknya mungkin kita tidak percaya kalau dia merupakan sebuah zat yang sangat kuat. Saking kuatnya, air bahkan dapat menghancurkan sebuah batu sekalipun. Dia dapat merambat dan merembes di tanah yang padat. Selain itu, tetesan air juga dapat merubah bentuk suatu gua yang bebahan dasar batu.

Sunggu menakjubkan, namun untuk dapat melakukan semua itu . Tetesan air membutuhkan waktu yang sangat amat lama. Untuk dapat memecahkan dan menghancurkan batu, air membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya. Namun yang menjadi pelajarannya di sini bukanlah itu, tapi sikap yang di tunjukan oleh air tersebut.

Air mampu menghancurkan sebuah batu dengan sikap tekunnya yang selalu menetesi batu pada titik yang sama setiap harinya. Dia selalu menetes dengan tetesan yang sama dan waktu tetesan yang sama. Sehingga hasil dari tetesan air itu secara perlahan mulai melobangi dan membuat retakan pada sebuah batu.

Namun, hasilnya akan berbeda jika air tersebut menetesi bagian batu yang tidak sama setiap harinya. Akan ada kemungkinan batu tersebut akan lebih lama hancur dan retak di bandingkan dengan tempat tetesan yang sama.

Begitu pulalah kita dalam bekerja. Banyak dari kita yang tidak dapat tekun dalam melakukan pekerjaannya. Entah karena tuntutan ataupun karena bosan. Namun jika kita melakukan sebuah pekerjaan maka usahakanlah untuk tekun, seperti yang di ajarakan oleh tetesan air.

Jika di ibaratkan, air itu sama dengan kita sedangkan batu itu sebagai pekerjaan dan tetesan air sebagai usaha yang kita lakukan. Maka kita pasti dapat memprediksikan hasil yang akan kita raih nantinya dengan usaha yang kita lakukan. Jika  kita tekun dengan usaha kita sekarang dan kita berusaha melakukannya dengan usaha yang sama atau bahkan lebih setiap harinya. Maka pasti kita akan mendapatkan sebuah kesuksekan pada akhirnya.

Lalu bagaimana jika kita tidak melakukan suatu usaha dengan tekun atau bahkan tukar-tukar pekerjaan? Apakah kita tidak bisa sukses? Saya tidak mengatakan bahwasanya orang yang tukar-tukar pekerjaan tidak bisa sukses, namun seperti halnya batu tadi. Batu yang di tetesi oleh air di tempat yang sama akan lebih cepat hancur dan retak di bandingkan dengan batu yang di tetesi dengan air di tempat yang berbeda.

Pesan Moral

Pesan yang dapat di ambil dari sini ialah, agar kita cepat dalam mencapai kesuksesan maka kita perlu yang namanya sebuah ketekunan. Ketekunan dalam melakukan pekerjaan yang kita kerjakan dengan semangat dan usaha yang sama tiap harinya. Bahkan jika bisa kita harus selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik setiap hari.

Memang benar tekun itu susah, namun manfaat dari ketukan itu sangatlah besar. Contohnya saja jika anda seorang guru. Jika anda baru bekerja sebagai guru, anda pasti mengalami kesulitan dan merasakan beban dari pekerjaan anda tersebut. Mulai dari anda harus merancang pelajaran dan berusaha memahami apa yang akan anda ajarkan besok harinya agar tidak salah. Namun akan beda pula ceritanya jika anda sudah menekuni pekerjaan itu. Memang hasil yang akan anda peroleh tidak jauh berubah. Namun beban yang ada rasakan akan banyak berkurang. Hal ini dikarenakan karena anda sudah terbiasa dengan apa yang anda kerjakan.

Berbeda jika anda tidak menekuni satu bidang dan berpindah-pindah pekerjaan. Memang anda akan mendapatkan banyak ilmu. Namun anda akan sulit dikatakan propesional dalam bidang yang anda jalani. Sama halnya dengan batu yang memang akan hancur jika terus di tetesi. Namun tetesan air akan berusaha melubangi dan membuat jejak baru jika dia berpindah-pindah. Oleh sebab itu, tekunlah dan bekerja.
ORANG YANG PROFESIONAL ADALAH ORANG YANG AHLI DALAM BIDANGNYA

Related Posts

Subscribe Our Newsletter

0 Response to "Motivasi Sukses | Belajar Tekun dari Tetesan Air"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel