Carilah Pendamping Hidupmu bukan Pendamping Hartamu

Dunia Ilmu - Pada saat sekarang ini banyak orang yang salah dalam memilih pasangan. Banyak dari mereka yang memilih pasangan hanya karena alasan tertentu saja, seperti bagus parasnnya ataupun banyak hartanya. Namun perihal ini tidaklah sepenuhnya benar. Memang banyak dari mereka yang berusaha menjamin masa hidupnya dengan mencari pasangan seperti itu. Namun ada hal yang harus lebih di perharhatikan dalam hal tersebut. Untuk menjawab itu semua, saya akan mencoba menjabarkan sesuai dengan pendapat dan pandangan saya.

Carilah Pendamping Hidupmu bukan Pendamping Hartamu

Pendamping Hidup bukan Pendamping Harta

Pada saat ini banyak kasus kekerasan yang terjadi dalam sebuah rumah tangga. Bukan hanya sekedar kekerasan yang di lakukan oleh pria kepada wanita. Namun pada saat ini juga sudah banyak terjadi kasus kekerasan yang di lakukan oleh wanita pada seorang pria.

Beberapa waktu lalu saya menyaksikan sebuah 'Video' yang memperlihatkan sebuah kekerasan yang di lakukan oleh seorang istri kepada suaminya yang sedang mengalami sakit stoke. Video itu di rekam sendiri oleh si istri tersebut dengan maksud meluapkan rasa kekesalannya kepada suaminya dan menjadikan itu sebagai media curhat.

Dalam video tersebut si istri sampai berkata bahwasanya dia sudah sangat bosan dengan keadaan suaminya dan telah lelah mengurusnya. Bahkan dia juga menyampaikan bahwasanya dia siap di ceraikan asalkan suaminya mau membanyar dirinya dengan sejumlah uang yang cukup besar.

Setelah menyampaikan keluh kesahnya, si istrinya itu lantas memukul si suaminya dengan tongkat yang di gunakan oleh suaminya itu untuk berjalan. Dia memukul dengan perasaan geram dan marah sambil berkata 'mati kamu'. Si istri itu memukul si suami tanpa perasaan hingga kepala suaminya sampai berdarah.

Dengan kondisi yang dialami oleh suaminya tersebut suaminya lantas tidak bisa melawan dan hanya minta 'ampun' sambil berusaha menahan semua serangan yang di berikan oleh istrinya. Dalam video itu juga tampak jelas si suaminya sangat kesakitan. (sumber sengaja tidak dicantumkan karena persoalan privasi)

Pesan Moral

Bedasarakan kejadian tersebut ada pesan yang dapat kita ambil dan kita jadikan sebuah pelajaran hidup. Pesannya yaitu , pilihlah pasangan yang ada rasa dan orang lihat dia benar-benar baik. Terutama bagi anda yang memliki sebuah kelebihan dari beberapa bidang seperti rupa maupun harta. Kenapa seperti itu? Hal ini kerena di dasarkan pada rasa. Jika anda sudah memiliki sebuah rasa kepada seseorang. maka anda akan sulit menilai keburukan yang di perbuat oleh orang tersebut.

Namun akan berbeda hasilnya jika yang melihat dan yang menilai tersebut orang lain. Oleh sebab itu jangan pernah anda menutup diri anda dengan saran yang akan di berikan oleh orang lain kepada anda. Jika saran itu baik dan benar adanya, maka dengarkanlah dan cermati. Anda berhak untuk menerima atau tidak saran yang diberikan orang, namun jangan sesekali anda munutup deiri dengan saran dan kritikan orang lain.

Dalam cerita di atas kita tidak bisa mengetahui alasan yang sesungguhnya yang membuat si istri tersebut berlaku seperti itu kepada suaminya. Namun ada hal yang terekam jelas yaitu si istri bersikap seperti itu karena dia sudah berasa lelah dan bosan dengan apa yang dia hadapi. Dia sudah tidak bisa menerima suaminya yang sedang dalam keadaan cacat tersebut.

Hal inilah yang menjadi perseolan terbesar dalam suatu hubungan dan harus menjadi perhatian utama. Karena apa? Karena suatu hubungan itu jika sudah mulai berjalan dan berlayar, bagi anda yang menaikinya harus siap dalam semua keadaan. Jangan anda hanya berfikiran akan baik dan enaknya saja. Sehingga anda memilih pasangan yang hanya cantik rupa ataupun kaya harta.

Anda tidak akan tau hal kedapannya yang akan terjadi karena sikap asli seseorang itu akan terlihat ketika hal yang di inginkannya itu tidak tercapai. Oleh sebab itu cermatlah anda lama memilih pendamping hidup, karena
SEBURUK-BURUKNYA SESEORANG DAPAT BERUBAH KARENA SEBUAH TUJUAN DAN SEBAIK-BAIKNYA SESEORANG DAPAT BERUBAH KARENA SEBUAH KESALAHAN

Related Posts

Subscribe Our Newsletter

Belum ada Komentar untuk "Carilah Pendamping Hidupmu bukan Pendamping Hartamu"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel