Motivasi Receh : Tak Ada Kata Instan dalam Kehidupan

Dunia Ilmu - Banyak dari kita selalu merasa gagal dalam melakukan suatu hal. Baik itu dalam bekerja maupun dalam belajar. Anda merasa bahwasanya kita tidak bisa melakukan apa-apa. Walaupun sudah mencoba belajar atau berguru kepada seseorang.

Tak Ada Kata Instan dalam Kehidupan

Namun ada suatu hal yang harus anda pahami bahwasanya dalam kehidupan ini tidak ada yang namanya instan. Walaupun ada kata instan, namun tidak ada sesuatu yang benar-benar instan dalam hudip. Semua yang instan sekalipun masih ada proses yang harus dilakukan. Simaklah Cerita SI Tukang Patung berikut:

Tukang Patung Yang Putus Asa

Di pinggiran kota, tinggalah seorang seniman handal yang sangat hebat dalam membuat patung. Semua patung yang dibuatnnya sangat bagus dan indah. Sehingga karyanya sangat diminati dan banyak menghiasi rumah bangsawan dan orang kaya. Tidak hanya itu saja, istana dan rumah penjabat sekalipun juga terdapat patung hasil buatan seniman ini.


Suatu hari datanglah seorang pemuda kerumah sang seniman. Pemuda itu datang untuk memohon menjadi murid dari si seniman patung tersebut. Seniman itu lantas menerima si pemuda tersebut untuk menjadi muridnya. Bukan itu saja, si seniman patung juga mengizinkan si pemuda tersebut untuk tinggal dan menggunakan semua peralatannya.

Semenjak hari itu, si pemuda tersebut mulai belajar dengan tekun. Mulai dari membuat bahan adonan patung, membuat kerangka, mengamati, dan mengenali setiap ditail patung. Setelah belajar sekian lama, pemuda itu merasa putus asa. Karena  menurutnya, patung yang di buatnnya tidak seindah dan sebagus patung yang di buat oleh gurunya.

Si pemuda tersebut lantas berhenti sebentar dan menganalisa apa yang salah dari karya buatannya. Apa yang membuatnya berbeda dari karya patung yang di buat gurunya. Setelah berfikir akhirnya pemuda tersebut mengambil keputusan. "Mungkin perbedaan dari patung yang dia buat dengan patung yang di buat oleh gurunya terletap pada alat yang digunakan" kata pemuda tersebut.

Keesokan harinya pemuda tersebut mencoba meminjam alat sang guru "Guru bolahkah saya meminjam alat-alat yang guru gunakan?" tanya pemuda tersebut. "Tentu saja, kamu tahu dimana alat-alat tersebut saya simpan, ambil saja" jawab sang guru. Si pemuda tersebut lalu mengambil alat-alat pematung si guru dan mencoba kembali membuat sebuah patung. Namun si pemuda tersebut tidak mendapatkan sesuatu hal yang  diharapkannya. Dia kembali merasa kecewa dengan hasil yang telah di perbuatnnya.

Keesokan harinya pemuda tersebut kembali mendatangi sang guru "Guru saya telah berusaha berlatih dengan tekun seperti yang guru ajarkan, namun kenapa karya yang saya buat belum sebagus ataupun mendekati karya guru?". Muridku, sesungguhnya gurumu ini telah melalui prose yang panjang untuk dapat membuat karya sebagus itu. Gurumu ini telah belajar dan berlatih hingga puluhan tahun. Mengamati benda, mencermati setiap gerak, dan mencoba menuangkannya kedalam seni dengan sepenuh hati dan pikiran. Tidak terhitung lagi berapa kali gurumu ini telah gagal dalam berusaha. Bukan alat bantu yang kamu pinjam itu yang membuat gurumu ini hebat. Bukan hal itu pula yang kamu butuhkan butuhkan untuk menjadi hebat, melainkan kemauan dan semangat untuk menekuninya. Hingga lambat laun kamu akan hebat dan profesional dalam melakukannya". "Terima kasih guru atas nasehatnya, saya berjanju akan berusa sekuat tenaga untuk mencapai itu semua" jawab pemuda tersebut.

Pelajaran yang Dapat di Ambil dari Cerita Si Tukang Patung

Dari cerita di atas dapat kita ambil pelajaran bahwasanya kesuksesan tidak di peroleh dari cara yang instan. Banyak usaha yang harus kita lakukan untuk dapat menikmati kata sukses tersebut. Orang yang kita lihat yang berada pada puncak teratas sekalipun melakukan usaha untuk dapat mencapai hal tersebut. Untuk dapat menjadi sukses kita tidak bisa hanya bermodal uang dan talenta saja. Kita juga harus berusaha dan berlatih agar hasil pekerjaan yang kita buat benar-benar disenangi orang.


Ingatlah! tidak ada kata instan dalam kehidupan apalagi dalam mencapai kesuksesan. Walaupun kata instan itu ada, namun tidak ada sesuatu hal itu yang benar-benar instan. Makanan yang disebut instan sekalipun juga melewati beberapa proses untuk pembuatannya. Lalu kenapa kita harus menyerah dengan usaha yang belum seberapa kita rintis? Kenapa kita hanya melihat kesuksesan orang, sedangkan kita sendiri juga dapat mencapainya?

0 Response to "Motivasi Receh : Tak Ada Kata Instan dalam Kehidupan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel