Motivasi Receh : Melawan Rasa Malas dengan Prinsip Kaizen

Dunia Ilmu - Pernahkah anda menunda pekerjaan atau mengundur pekerjaan hingga batas akhir pekerjaannya? Sehingga pada hari yang di tentukan anda tidak bisa lagi menyelesaikannya. Sedangkan jika di pikir-pikir anda memiliki banyak waktu yang kosong sebulumnya.

Melawan Rasa Malas dengan Prinsip Kaizen

Memiliki kebiasaan menunda-nunda pekerjaan merupakan suatu hal yang biasa ditemukan apalagi di Indonesia. Banyak orang yang memiliki kebiasaan yang malas tersebut dan banyak juga yang berusaha melawannya, namun tidak berhasil. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat melawan rasa malas kita?


Jawaban terbaik saat ini mungkin ialah dengan cara belajar kepada negara yang memiliki tingkat kemalasan yang renda yaitu JEPANG. Jepang merupakan negara dengan tingkat desiplin yang tinggi.  Selain itu jepang juga memiliki etos kerja yang bagus sehingga membuatnya menjadi negara dengan angka kemalasan yang rendah. Namun kenapa Jepang bisa menjadi negara yang disiplin dan anti malas? Pasti ada cara yang mereka lakukan sehingga memiliki kebiasaaan seperti itu. Berikut saya akan membahas teknik dan cara yang di lakukan oleh negara Jepang untuk melawan kemalasannya.

Apa itu Prinsip Kaizen?

Dari segi bahasa, Teknik Kaizen diambil dari dua suku kata yaitu "Kai" yang berarti berubah dan "Zen" yang berarti kebijaksanaan. Dari dua arti kata tersebut dapat diambil satu makna yaitu sebuah perubahan dalam hidup dapat dicapai dengan cara perlahan dengan penuh kebijaksanaan. Kaizen merupaka suatu prinsip kebiasaan yang digunakan oleh masyarakat Jepang. Sepeti yang kita ketahui, Jepang merupakan negara dengan tingkat disiplin dan otos kerja yang tinggi. Negara Jepang dikenal dengan masyarakatnya yang selalu bekerja keras setiap harinya sehingga membuat negaranya menjadi negara dengan angka kemalasan yang rendah.

Prinsip Kaizen merupakan teknik yang diajarkan oleh orang jepang kepada anak-anaknya untuk membuatnya terbiasa melakukan sesuatu. Mereka dilatih untuk mengulang berbagai macam rutinitas kecil yang positif setiap harinya. Sehingga rutinitas yang mereka lakukan tersebut membudidaya dan menjadi kebiasaan hingga dewasa.


Teknik Kaizen ini juga bisa disebut dengan teknik satu menit, kenapa? Karena pada intinya teknik Kaizen ini meminta kita untuk melakukan kegiatan yang sama di waktu yang sama setiap harinya selama satu menit. Namun pada prinsip ini kita harus bisa melakukan sesuatu hal tersebut secara rutin. Contohnya kita mau belajar gitar, maka kita hanya harus belajar gitar selama satu menit saja setiap harinya. Kita juga harus mengulan hal tersebut di hari berikutnnya dan melakukannya secara konsisten setiap hari.

Bagaimana Teknik Kaizen Bisa mengeluarkan Seseorang Dari Sifat Malas

Mungkin anda akan bertanya, apakah cara seperti itu bisa efektif untuk melawan rasa malas? Karena kita hanya melakukan kegiatan itu selama semenit saja. Pada dasarnya jika kita melakukan sebuah usaha dengan tenaga yang besar pada awalnya, maka kita akan cepat meras lelah dan bosan dalam melakukannya. Sehingga kita tidak mau melakukannya lagi di waktu sebikutnnya secara rutin. Hal seperti itulah yang membuat orang menjadi cepat bosan dengan sesuatu hal yang ingin dilakukannya. Sehingga membuat kita kembali kepada perasaan malas ketika ingin melakukan hal tersebut kembali.

Berbeda dengan prinsip Kaizen, pada prinsip Kaizen suatu usaha tidak dilihat dari seberapa banyak dan seberapa lama anda melakukan sesuatu hal. Namun prinsip Kaizen ini lebih menekankan kepada seberapa mau anda untuk mengulan kembali kegiatan di waktu berikutnya. Jadi secara tidak lansung teknik Kaizen ini mengajarkan kita bagaiman melakukan sesuatu hal itu secara konsisten sehingga kegiatan yang kita lakukan  itu menjadi rutinatas kita.

Apa yang Membuat Prinsip Kaizen ini Bisa Menjadi satu Cara untuk Melawan Rasa Malas

Mungkin anda berfikir, kenapa prinsip Kaizen bisa menjadi salah satu cara untuk menghilangkan rasa malas. Sebenarnnya prinsip Kaizen ini mengajarkan kita bagaimana menanamkan sebuah kebiasaan pada diri sendiri. Sama halnya dengan menabung uang, jika menabung uang sedikit demi sedikit maka lambat laun uang itu pasti akan banyak. Begitu juga dengan prinsip ini, anda di ajarkan bagaimana menabung kebiasaaan semenit per semenit hingga menjadi jam-jam yang bermanfaat.

Prinsip Kaizen ini secara perlahan membuat otak kita mengingat sesuatu hal yang biasa kita lakukan itu secara lebih lama. Sehingga membuat kita terbiasa dan ingin melakukannya lebih lama lagi dari sebelumnya. Hal ini jugalah yang membuat seseorang menjadi profesional dalam satu bidang yang mereka tekuni.


Pisokolog dari Jerman bernama Hermann Ebbinghaus, mengatakan kemampuan mengingat seseorang akan menurun drastis apabila mereka mendapatkan pengetahuan sekali saja secara besar-besaran. Apalagi pengetahuan yang di dapatkan itu tidak pernah di review dan diulang lagi. Namun sebuah pengetahuan akan teringat lebih lama jika kita melakukan repetisi atau mencoba untuk mengulang-ulang kembali membaca inforemasi tersebut. Hal ini terjadi karena pengetahuan yang kita baca itu sudah masuk ke dalam long time ingatan kita.

Prinsip yang dikatan oleh Hermann Ebbinghaus ini sama dengan prinsip Kaizen, dimana pada prinsip Kaizen kita melakukan sesuatu hal secara rutin setiap hari sehingga kita menjadi terbiasa melakukannya. Intinya untuk dapat melawan rasa malas tersebut bukan tentang seberapa cara yang telah anda perbuat, namun seberapa besar kamauan telah ada lakukan.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter

0 Response to "Motivasi Receh : Melawan Rasa Malas dengan Prinsip Kaizen"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel