Motivasi Receh : Kehidupan si Tukang Penebang Pohon

Dunia Ilmu - Kesuksesan tidak hanya didapatkan dengan cara kerja keras. Kesuksesan juga harus didapatkan dengan cara kerja cerdas. Kita harus mengimbangi antara kekuatan otot dan otak untuk dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Bukan hanya sekedar mengandalkan otot saja. Ada kalanya otot akan lelah dan ada kalanya yang dipikirkan oleh otak tidak efektif lagi. Contohnya seperti cerita berikut:

Kehidupan si Tukang Penebang Pohon


SI PENJUAL KAYU DAN SI PENEBANG POHON

Pada sebuah kisah, ada seorang pedagang kayu yang membuka sebuah lamaran untuk orang yang dapat menebang pohon yang ada pada kebunnya. Mendengar kabar tersebut, datanglah seorang penebang pohon untuk melamar pekerjaan. Si penebang pohon tersebut lansung di terima oleh si penjual kayu. Upah yang didapatkan oleh si penebang pohon dari si penjual kayu itu tergantung pada banyak kayu yang dapat ditebangnya. Setelah menyetujui kesepakatan dari kedua belah pihak, si penjual kayu menyuruh si penebang pohon pulang untuk menyiapkan peralatan yang digunakan dalam menebang pohon pada esok hari.


Keesokan harinya si penebang pohon datang kelahan si penjual kayu. Tanpa berpikir panjang si penebang pohon lansung menebang pohon yang ada. Dengan harapan dia dapat merobohkan banyak kayu sehingga mendapatkan banyak upah.

Ketika sore hari datang, si penebang pohon pergi menghadap si penjual kayu untuk melaporkan hasil pekerjaannya. Dalam laporannya ke si penjujal kayu, si penebang pohon berhasil merobohkan sebanyak 9 pohon. Sang penjual kayu lanusung memuji si penebang pohon. "Tak ada orang yang sepertimu sebelumnya, lanjutkan pekerjaanmu" kata si penjual kayu. Mendapatkan pujian dari si penjual kayu, penebang pohon pun merasa bangga. Setelah selesai melaporkan hasil kerjanya si penebang pohon pun pulang dengan upah yang di dapatkannya.

Keesokan harinya si penebang pohon kembali menebang pohon dengan cara yang sama dan kekuatan yang sama. Si penebang pohon berharap dia dapat menebang pohon lebih banyak dari kemaren. Namun pada sore harinya, si penebang pohon agak sedikit kecewa dengan hasilnya, karena pada hari ini dia hanya bisa merobohkan sebanyak 8 pohon saja. Setelah melaporkan hasil pekerjaannya pada si penjual kayu, si penenbang pohon pun pulang dengan upah yang di dapatkannya.

Keesokan harinya si penebang pohon kembali untuk menebang pohon. Harapan si penebang pohon hari ini sama dengan hari sebelumnnya, yaitu ingin menebang pohon lebih banyak dari hari sebelumnya. Namun pada hari ini si penebang pohon pun kembali merasa kecewa dengan pekerjaannya. Dia hanya dapat merobohkan sebanyak 5 batang pohon saja.

Ketika sore hari datang, si penebang pohon kembali melaporkan pekerjaannya kepada si penjual kayu. Dengan wajah bersalah si penebang meminta maaf kepadang si penjual kayu. Karena hasil yang di dapatkannya pada hari ini sangatlah sedikit dibandingkan hari pertama. Dia berkata mungkin tubuhnya sudah mulai tua, sehingga tenanganya sudah berkurang.


Mendengar keluhan si penebang pohon, si penjual kayu pun bertanya "Kapan terakhir kamu mengasah kapakmu?". Si penebang pohunpun menjawab "saya sangat sibuk pak sehingga saya tidak mempunyai waktu untuk melakukan itu" jawab si penebang pohon. "Disitulah masalahnya, hari pertama kamu bekerja kamu memulai dengan kapak yang tajam dan tenagak yang kuat. Sehingga kamu dapat menebang banyak pohon. Namun Pada hari kedua tidak ada yang berubah, kamu tetap menebang dengan tenaga yang sama. Akan tetapi ketajaman kapakmu sudah sedikit berkurang, sehingga memperlambat pekerjaanmu dalam menebang pohon. Begitu pula hari berukutnya, itulah yang membuat kualitas pekerjaanmu menjadi menurun" jelas si penjual kayu. Mendengar penjelasan si penjual kayu, si penebang pohon hanya mengangguk-anggukan kepala. "Pergialh pulang dan asahlah kapakmu agar kamu bisa bekerja seperti semula lagi" lanjut si penjual kayu.

PESAN MORAL CERITA

Berdasarkan cerita di atas dapat kita simpulkan dan kita ambil pelajaran bahwasanya ketika kita bekerja keras namun kita tidak meluangkan waktu kita untuk berfikir. Maka akan ada kemungkinan hasil dari pekerjaan kita akan menurun. Begitu juga sebaliknya, jika kita hanya berfikir tanpa melakukan apapun maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Kunci dari kesuksesan sebuah usaha bukan hanya tentang seberapa keras kita telah melakukannya. Namun juag tergantung seberapa cerdaskan kita dalam menjalaninnya sehingga pekerjaan tersebut menjadi efeksien dengan usaha yang kita lakukan. Mulailah bekerja CERDAS berbarengan dengan bekerja KERAS, bukan hanya sekedar bekerja.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter

0 Response to "Motivasi Receh : Kehidupan si Tukang Penebang Pohon"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel