Pramuka : Mengenal Siaga, Penggalang, Penegak, dan Dewasa

Dunia Ilmu - Pramuka adalah sebuah organisasi non-formal yang digunakan sebagai wadah pendidikan kepaduan di Indonesia. Secara nama Pramuka sendiri merupakan singkatan dari Praja Muda Karana. Praja Muda Karana ini memiliki arti pemuda yang suka berkarya.

Pramuka : Mengenal Siaga, Penggalang, dan Penegak

Pramuka terbagi atas beberapa  tingkatan usia, yang di antaranya Siaga (7-10 tahaun), Penggalang (11-15 tahun), Penegak (16-20), Pandega (21-25), Pramuak Dewasa (25-Meninggal). Berikut pembahasan tentang semua golongan tersebut:

1. Pramuka Siaga ( Usia 7-10 Tahun)

Pramuka Siaga merupakan sebutan bagi anggota pramuka yang memili umur antara 7-10 tahun. Alasan pengambilan nama siaga pada pramuka dasar yaitu sesuai dengan romantisme perjuangan bangsa Indonesia ketika menyiagakan berdirinya Boedi Oetomo sebagai tonggak awal perjuangan Bangsa Indonesia. Peristiwa peyiagakan ini terjadi pada tahun 1908 ketika rakyat Inodesia tengan "menyiagakan" diri untuk pencapaian kemerdekaan.


Pramuka siaga memiliki sebuah kode kehormatan berupa janji (satya) dan ketentuan moral (darma). Kode kehormatan merupakan suatu rangkaian ketentuan yang harus dilaksanakan anggota pramuka dalam bertingkah lakunya. Kode kehormatan yang berupa janji untuk siaga disebut dengan "Dwisatya", sedangkan ketentuan moralnya disebut dengan "Dwi darma". Pada pramuka siaga, terdapat tiga tingkatan yaitu Mula, Bantu, dan Tata

2. Pramuka Penggalang ( Usian 11-15 tahun)


Penggalang merupakan tingkatan kedua setelah siaga di organisasi ke-pramukaan. Penggalang sendiri memiliki anggota yang usianya berkisaran antara 11-15 tahun). Penggunaan kata penggalang pada pramuka penggalang diambil dari romantisme sejarah perjuangan Indonesia yaitu pada "masa penggalangan persatuan dan kesatuan bangsa". Hal tersebut ditandai dengan berlansungnya konggres Pemuda Indonesia. Pada masa konggre Pemudai Indonesia inilah lahirnya "Sumpah Pemuda" pada tanggal 28 Oktober 1928.

Pada pramuka penggalang terdapat beberapa tingkatan diantaranya penggalang ramu, penggalang rakit, penggalang terap, dan penggalang garuda. Seorang anggota pramuka akan resmi menjadi penggalang apabila telah menginjak usia 11 tahun dan telah menyelesaikan syarata-syarat kecakapan umum. Jika seorang pramuka penggalang sudah SKU, maka dia sudah bisa dilantik pada upacara pelantikan yang dipimpin oleh pembinannya. Namun, jika seorang pramuka penggalang belum menyelesaikan SKU-nya, maka dia tidak akan dilantik walaupun sudah berusia 11 tahun. Dia akan tetap menjadi tamu penggalang hingga dia bisa menyelesaikan SKU-nya.


Sama halnya dengan pramuka siaga, pramuak penggalang juga memiliki kode kehormatan. Kode kehormatan pramuka penggalang disebut dengan Tri satya dan Dasa Darma.

3. Pramuka Penegak ( Usia 16-20 tahun)


Pada prmuka penegak, golongan usia yang terdaftar yaitu pada usia 16 sampai dengan 20 tahun. Usia pramuka penegak ini sering disebut sebagai masa remaja awal yang mana pada masa inilah seseorang akan mencari jadti dirinya. Orang yang berada pada usia ini biasanya mempunyai semangat yang kuat, suka berdebat, memiliki kemauan, cenderung agresif, dan sulit dicegah. Oleh sebab itulah pramuka penegak sudah dianggap bisa dan berani dalam mengembangkan sayapnya sendiri.

Ambalan penegak merupakan tempat praktek dan penyempurnaan pendidikan dalam gerakan pramuka. Golongan pramuka penegak disebut juga sebagai pergerakan bakti. Hal dikarenakan orang yang masuk ambalan penegak berarti dia melanjutkan latihan yang sudah diterimanya pada saat siaga dan penggalang.

Tingkatan pramuka penegak ini sangat berbeda dengan penggalang dan siaga. Pada tingkatan penegak, anggotanya sudah dianggap mendiri sehingga latihannyapun mengarah ke kemandirian. Hal ini bertunjuan agar golongan pramuka penegak tidak menjadi beban bagi orang lain dan bisa mendidik diri sendiri.

Pramuka penegak memilikikode kehormatan yang sama dengan pramuka penggalang, yaitu Tri Satya dan Dasa Darma. Namun walaupun memiliki nama yang sama, terdapat perbedaan antara tri satya penggalang dan penegak. Perbedaanya terletak pada alinea terakhir try satia. Pada penggalang alenia terakhirnya berbunyi "mempersiapkan diri" membangun masyarakat. Sedangkan pada pramuka penegak, alenia terakhirnya berbunyi "ikut serta dalam" membangun masyarakat.

Walaupun hanya memiliki sedikit perbedaan, namun dua hal tersebut memiliki arti yang sangat berbeda. Kata "mempersiapkan diri" yang ada pada Tri Satya penggalang sesuai dengan kedudukan mereka yang baru mempersiapkan diri dalam membangun masyarat. Berbeda dengan penegak yang sudah mandiri, mereka sudah bisa ikut serta berpartisipasi dalam membangun masyarakat. Oleh sebab itulu dalam Try Satyanya berbunyi "ikut serta dalam membangun masyarakat.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter

0 Response to "Pramuka : Mengenal Siaga, Penggalang, Penegak, dan Dewasa"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel